Dropdown
Rabu, 28 November 2012
III
BAB
Tindakan dan Interaksi Sosial
Sumber:
www.google.com:image
Tujuan Pembelajaran:
T
idak ada orang yang tidak mengadakan hubungan atau interaksi dengan orang
lain di masyarakat. Setiap hari kita selalu berinteraksi dengan orang lain, baik
di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Seperti kamu lihat pada gambar di
atas, orang-orang di pasar berinteraksi dengan melakukan transaksi jual beli barang-
barang yang mereka butuhkan. Salah satu alasan mengapa kita mengadakan
interaksi dengan orang lain adalah untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan
hidup. Dalam berinteraksi, kita senantiasa dituntut untuk melakukan tindakan atau
perilaku-perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat
. Tujuannya agar
interaksi sosial yang kita lakukan dapat menciptakan
keteraturan dalam hidup bermasyarakat.
Peta Konsep
Tindakan sosial
Interaksi sosial
Jenis-jenis tindakan sosial
Jenis-jenis interaksi sosial
Rasional instrumental
Individu dengan individu
Rasional orientasi nilai
Individu dengan kelompok
Tradisional
Kelompok dengan kelompok
Afektif
Wujud status dan
Syarat terjadinya interaksi
peran sosial
sosial
Kontak sosial
Komunikasi sosial
Aturan dalam interaksi
Ciri-ciri interaksi sosial
sosial
Faktor yang memengaruhi
Bentuk interaksi
interaksi
Imitasi Simpati
Identifikasi Motivasi
Sugesti Empati
Asosiasi
Disosiasi
Kerja sama
Kompetisi
Akomodasi
Kontravensi
Asimilasi
Konflik
Akulturasi
Kata Kunci
– tindakan sosial – interaksi sosial – kontak sosial – komunikasi
Dalam hidup bermasyarakat, kamu pasti mengadakan
hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut dalam
sosiologi disebut interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan
intisari dari kehidupan sosial. Sebelum kita pelajari lebih jauh
mengenai interaksi sosial, ada suatu hal yang mendasari
terjadinya interaksi sosial, yaitu tindakan sosial. Apakah yang
dimaksud dengan tindakan sosial dan apa saja bentuk-
bentuknya? Lebih lengkap akan kita bahas berikut ini.
A. Tindakan Sosial
Setiap hari kamu melakukan tindakan dengan maksud dan
tujuan tertentu. Tindakan itu umumnya berkaitan dengan orang
lain, mengingat kodratmu sebagai makhluk sosial.
1. Pengertian Tindakan Sosial
Kita sebagai makhluk hidup senantiasa melakukan tindakan-
Tahukah Kamu?
tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Tindakan merupakan
suatu perbuatan, perilaku, atau aksi yang dilakukan oleh
Menurut Max Weber, sosiolog
manusia sepanjang hidupnya guna mencapai tujuan tertentu.
Jerman, tindakan sosial adalah
tindakan yang dilakukan dengan
Misalnya kamu les bahasa Inggris dengan tujuan agar kamu
mempertimbangkan perilaku orang
terampil dan mahir dalam berbahasa Inggris.
lain dan berorientasi kepada orang
lain. Weber juga lebih menekankan
Tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai
aspek pembelajaran sosiologi pada
social act
(tindakan sosial).
tindakan sosial. Lalu tindakan yang bagaimanakah yang disebut
dengan tindakan sosial? Perhatikan cerita berikut ini.
“Suatu sore, Bintang duduk-duduk diteras depan sambil
mendengarkan musik. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik
berambut panjang lewat di depan rumahnya. Dengan maksud
untuk menggoda gadis itu, Bintang kemudian bersiul”.
Dari cerita di atas, tindakan ‘bersiul’ yang dilakukan Bintang
merupakan bentuk tindakan sosial. Mengapa? Bintang ‘bersiul’
karena ingin menggoda gadis cantik berambut panjang yang
lewat di depan rumahnya. Dari situ, dapatkah kamu mem-
berikan definisi mengenai tindakan sosial? Tindakan sosial
adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan berorientasi pada
atau dipengaruhi oleh orang lain.
2. Jenis-Jenis Tindakan Sosial
Menurut
Max Weber
, tindakan sosial dapat digolongkan
menjadi empat kelompok (tipe), yaitu tindakan rasional
instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan
tradisional, dan tindakan afeksi.
a . Tindakan Rasional Instrumental
Gambar 3.1
Belajar merupakan ke-
Tindakan ini dilakukan seseorang dengan memper-
wajiban siswa agar men-
jadi generasi yang pintar
hitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan
dan cerdas.
tujuan yang akan dicapai. Misalnya guna menunjang kegiatan
Sumber:
Tempo, 7 Agustus 2005
49
Tindakan dan Interaksi Sosial
belajarnya dan agar bisa memperoleh nilai yang baik, Fauzi
memutuskan untuk membeli buku-buku pelajaran sekolah
daripada komik.
b. Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tindakan ini bersifat rasional dan memperhitungkan
manfaatnya, tetapi tujuan yang hendak dicapai tidak terlalu
dipentingkan oleh si pelaku. Pelaku hanya beranggapan
bahwa yang paling penting tindakan itu termasuk dalam
kriteria baik dan benar menurut ukuran dan penilaian
masyarakat di sekitarnya. Misalnya menjalankan ibadah
sesuai dengan agamanya masing-masing.
c. Tindakan Tradisional
Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional.
Seseorang melakukan tindakan hanya karena kebiasaan yang
berlaku dalam masyarakat tanpa menyadari alasannya atau
membuat perencanaan terlebih dahulu mengenai tujuan dan
cara yang akan digunakan. Misalnya berbagai upacara adat
yang terdapat di masyarakat.
d. Tindakan Afektif
Tindakan ini sebagian besar dikuasai oleh perasaan atau
emosi tanpa pertimbangan-pertimbangan akal budi.
Seringkali tindakan ini dilakukan tanpa perencanaan matang
Gambar 3.2
Ngaben, salah satu con-
dan tanpa kesadaran penuh. Jadi dapat dikatakan sebagai
toh tindakan tradisional.
Sumber:
Ensiklopedi Indonesia Jilid 4
reaksi spontan atas suatu peristiwa. Contohnya tindakan
meloncat-loncat karena kegirangan, menangis karena orang
tuanya meninggal dunia, dan sebagainya.
Tugas Individu
Amatilah dengan saksama lingkungan di sekolahmu! Kemudian cobalah untuk
mengidentifikasikan tindakan-tindakan sosial yang muncul dalam kehidupan di
lingkungan sekolahmu!
B. Interaksi Sosial
Setiap hari kita pasti bergaul atau berhubungan dengan
teman, orang tua, saudara, maupun orang-orang yang ada di
sekitar kita. Aktivitas bergaul dengan orang lain itu kita sebut
dengan interaksi sosial.
Tahukah Kamu?
1. Pengertian Interaksi Sosial
Keinginan atau naluri manusia untuk
Kodrat manusia sebagai makhluk sosial adalah keinginannya
selalu hidup bersama atau bergaul
untuk selalu hidup bersama dengan orang lain dalam suatu
dengan manusia lain dalam suatu
kelompok atau masyarakat. Tidak seorang pun di dunia ini yang
kelompok atau masyarakat disebut
dengan istilah
gregariousness
.
mampu hidup sendiri tanpa melakukan hubungan atau kerja
50
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
sama dengan orang lain. Karena pada kodratnya manusia
memiliki keterbatasan dan sejak lahir sudah dibekali dengan
naluri untuk berhubungan dengan orang lain. Misalnya, seorang
balita memerlukan perawatan dan bantuan ibunya karena ia
belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Selanjutnya,
ia memerlukan pemeliharaan kesehatan, pendidikan, dan
pergaulan.
Dari contoh tersebut jelas bahwa pada dasarnya kita selalu
membutuhkan orang lain. Kita membutuhkan banyak hal
dalam hidup kita. Semua kebutuhan hidup itu hanya dapat kita
Gambar 3.3
Seorang balita butuh
penuhi dengan jalan mengadakan hubungan sosial dengan
bantuan dan belaian kasih
ibunya sebagai cermin
orang-orang yang ada di sekitar kita. Melalui hubungan itu kita
bahwa manusia tidak
menyampaikan maksud, tujuan, dan keinginan untuk
dapat hidup tanpa bantuan
mendapatkan tanggapan (reaksi) dari pihak lain. Hubungan
orang lain.
Sumber:
Bunda, 21 Maret 2005
timbal balik (aksi dan reaksi) inilah yang kita sebut interaksi
sosial.
Jadi apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial? Interaksi
sosial adalah hubungan-hubungan dinamis yang menyangkut
hubungan antara individu dengan individu, antara individu
dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok,
baik berbentuk kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian.
Tugas Individu
Setelah kamu cermati pengertian interaksi sosial di atas, muncul sebuah pertanyaan,
mengapa persaingan dan pertikaian termasuk interaksi sosial, padahal interaksi diartikan
sebagai hubungan dinamis?
2. Jenis-Jenis Interaksi Sosial
Seperti terlihat dalam definisi di atas, interaksi sosial selalu
melibatkan dua orang atau lebih. Oleh karena itu, terdapat tiga
jenis interaksi sosial, yaitu interaksi antara individu dengan
individu, antara kelompok dengan kelompok, dan antara
individu dengan kelompok.
a . Interaksi antara Individu dengan Individu
Pada saat dua individu bertemu, walaupun tidak melakukan
kegiatan apa-apa, namun sebenarnya interaksi sosial telah
terjadi apabila masing-masing pihak sadar akan adanya pihak
lain yang menyebabkan perubahan dalam diri masing-
masing. Seperti minyak wangi, bau keringat, bunyi sepatu
ketika berjalan, dan hal-hal lain yang bisa mengundang reaksi
orang lain. Interaksi jenis ini selain tidak harus konkret seperti
telah dijelaskan di atas, juga bisa sangat konkret. Wujudnya
antara lain berjabat tangan, saling bercakap-cakap, saling
menyapa, dan lain-lain.
b. Interaksi antara Kelompok dengan Kelompok
Interaksi jenis ini terjadi pada kelompok sebagai satu-kesatuan,
bukan sebagai pribadi-pribadi anggota kelompok yang
bersangkutan. Maksudnya kepentingan individu dalam
51
Tindakan dan Interaksi Sosial
kelompok merupakan satu-kesatuan yang berhubungan
dengan kepentingan individu dalam kelompok lain. Contohnya
pertandingan antartim kesebelasan sepak bola. Mereka bermain
untuk kepentingan kesebelasannya (kelompok).
Gambar 3.4
Pertandingan antartim sepak bola merupakan salah satu wujud interaksi
antara kelompok dengan kelompok.
Sumber:
Dokumen Penerbit
c. Interaksi antara Individu dengan Kelompok
Interaksi antara individu dengan kelompok menunjukkan
bahwa kepentingan individu berhadapan dengan ke-
pentingan kelompok. Bentuk interaksi ini berbeda-beda
sesuai dengan keadaan. Contohnya seorang guru yang
mengawasi murid-muridnya yang sedang mengerjakan
ujian. Dalam hal ini seorang guru sebagai individu
berhubungan dengan murid-muridnya yang berperan
sebagai kelompok.
Gambar 3.5
Guru (individu) mengawasi murid-muridnya yang sedang mengerjakan
ujian di dalam kelas (kelompok).
Tugas Kelompok
Sumber:
Gatra, 16 Juli 2005
Coba amatilah lingkungan di sekitarmu! Tunjukkan beberapa contoh lain dari ketiga
jenis interaksi di atas sesuai dengan hasil pengamatanmu terhadap lingkungan sekitarmu!
Diskusikanlah bersama anggota kelompok yang lain!
52
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
3. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Syarat utama terjadinya suatu interaksi sosial adalah adanya
kontak sosial
(social contact)
dan komunikasi
(communication)
.
a . Kontak Sosial
Kontak berasal dari kata Latin
cum
atau
con
yang berarti
bersama-sama, dan
tangere
yang memiliki arti menyentuh.
Jadi, secara harafiah kontak berarti bersama-sama me-
nyentuh. Dalam pengertian sosiologis, kontak merupakan
gejala sosial, di mana orang dapat mengadakan hubungan
dengan pihak lain tanpa mengadakan sentuhan fisik,
misalnya berbicara dengan orang lain melalui telepon, surat,
dan sebagainya. Jadi, kontak sosial merupakan aksi individu
atau kelompok dalam bentuk isyarat yang memiliki makna
bagi si pelaku dan si penerima, dan si penerima membalas
aksi itu dengan reaksi.
Kita membedakan kontak berdasarkan cara, sifat, bentuk,
dan tingkat hubungannya.
1) Berdasarkan Cara
Kita mengenal dua macam kontak dilihat dari caranya,
yaitu kontak langsung dan kontak tidak langsung.
a) Kontak langsung terjadi secara fisik. Misalnya dengan
berbicara, tersenyum, atau bahasa gerak (isyarat).
b) Kontak tidak langsung terjadi melalui media atau
perantara tertentu, seperti pesawat telepon, radio,
televisi, telegram, surat, dan lain-lain.
2) Berdasarkan Sifat
Gambar 3.6
Telepon sebagai salah
Berdasarkan sifatnya, kita mengenal tiga macam kontak,
satu media untuk mela-
yaitu kontak antarindividu, antara individu dengan
kukan kontak sosial.
kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok.
Sumber:
Tempo, 7 Agustus 2005
a) Kontak antarindividu, misalnya tindakan seorang anak
mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarganya.
b) Kontak antara kelompok dengan kelompok, misalnya
pertandingan bola voli antarsiswa SMA se-Jakarta.
c ) Kontak antara individu dengan kelompok, misalnya
tindakan seorang guru yang sedang mengajar
siswanya agar mereka mempunyai persepsi yang sama
tentang sebuah masalah. Contohnya guru tari yang
melatih beberapa murid, sehingga terjadi persamaan
gerak di antara mereka.
3) Berdasarkan Bentuk
Dilihat dari bentuknya, kita mengenal dua macam
kontak, yaitu kontak positif dan kontak negatif.
a) Kontak positif mengarah pada suatu kerja sama.
Misalnya seorang pedagang melayani pelanggannya
dengan baik dan si pelanggan merasa puas dalam
transaksi tersebut.
b) Kontak negatif mengarah pada suatu pertentangan,
Gambar 3.7
Kesepakatan transaksi
antara penjual dan pembeli
bahkan berakibat putusnya interaksi sebagaimana
melahirkan kerja sama.
tampak dalam perang Lebanon dan Israel.
Sumber:
www.google.com
53
Tindakan dan Interaksi Sosial
4) Berdasarkan Tingkat Hubungan
Menurut tingkat hubungannya, kita mengenal kontak
primer dan kontak sekunder.
a) Kontak primer terjadi apabila orang yang mengadakan
hubungan langsung bertemu dan bertatap muka.
Misalnya orang yang saling berjabat tangan, saling
melempar senyum, dan sebagainya.
b) Kontak sekunder memerlukan suatu perantara atau
media, bisa berupa orang atau alat. Selain itu juga dapat
dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak
Gambar 3.8
Berjabat tangan, salah
satu bentuk kontak primer.
sekunder langsung misalnya berbicara melalui telepon.
Sumber:
Tempo, 11 September 2005
Adapun contoh kontak sekunder tidak langsung dapat
kamu pahami dari cerita berikut ini.
“Toni berkata kepada Sigit bahwa Ani mengagumi
permainannya sebagai pemegang peran utama dalam
pementasan sandiwara yang lalu. Ani mendapat
ucapan terima kasih dari Sigit atas pujiannya melalui
Toni”. Dari cerita tersebut dapat diketahui bahwa
walaupun Toni sama sekali tidak bertemu dengan Ani,
tetapi di antara mereka telah terjadi suatu kontak
karena masing-masing memberi tanggapan.
b. Komunikasi
Dalam berinteraksi dengan kawan-kawanmu, tentu kamu
Tahukah Kamu?
juga melakukan komunikasi. Apakah komunikasi itu?
Komunikasi dapat diwujudkan dengan pembicaraan gerak-
Perkembangan teknologi komunikasi
telah menapak pada kemajuan yang
gerik fisik, ataupun perasaan. Selanjutnya, dari sini timbul
pesat. Pada zaman dahulu, orang
sikap dan ungkapan perasaan, seperti senang, ragu, takut,
berkirim pesan hanya melalui ban-
atau menolak, bersahabat, dan sebagainya yang merupakan
tuan merpati pos, yang tingkat
akurasinya sangat kecil. Namun kini,
reaksi atas pesan yang diterima. Saat ada aksi dan reaksi
cukup mengirim pesan singkat
itulah terjadi komunikasi. Jadi, komunikasi adalah tindakan
melalui ponsel atau internet, kita
seseorang menyampaikan pesan terhadap orang lain dan
dapat ber-hubungan dengan orang
lain pada jarak yang sangat jauh.
orang lain itu memberi tafsiran atas sinyal tersebut serta
Ditambah lagi, untuk keperluan
mewujudkannya dalam perilaku.
bisnis dan pendidikan ada fasilitas
tele-conference
. Jadi untuk saat ini,
Dari uraian di atas, tampak bahwa komunikasi hampir sama
kita memang dimanjakan oleh
dengan kontak. Namun, adanya kontak belum tentu berarti
fasilitas komunikasi yang serba
terjadi komunikasi. Komunikasi menuntut adanya
mudah, praktis, dan terjangkau oleh
kantong kita.
pemahaman makna atas suatu pesan dan tujuan bersama
antara masing-masing pihak.
Dalam komunikasi terdapat empat unsur, yaitu pengirim,
penerima, pesan, dan umpan balik.
Pesan
1) Pengirim
(sender)
atau yang biasa disebut
communicator
adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada orang lain.
2) Penerima (
receiver)
yang biasa disebut
communicant
adalah
pihak yang menerima pesan dari
sender
.
Pengirim
Penerima
3) Pesan (
message)
adalah isi atau informasi yang disampai-
kan pengirim kepada penerima.
Umpan Balik
4) Umpan balik (
feed back)
adalah reaksi dari penerima atas
pesan yang diterima.
Gambar 3.9
Bagan Proses Komunikasi.
54
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
4. Ciri-Ciri Interaksi Sosial
Interaksi sosial yang dilakukan manusia sebagai anggota
masyarakat pada hakikatnya mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a. Jumlah pelaku lebih dari satu orang, artinya dalam sebuah
interaksi sosial, setidaknya ada dua orang yang sedang
bertemu dan mengadakan hubungan.
b. Ada komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-
simbol, artinya dalam sebuah interaksi sosial di dalamnya
terdapat proses tukar menukar informasi atau biasa disebut
dengan proses komunikasi dengan menggunakan isyarat atau
tanda yang dimaknai dengan simbol-simbol yang hendak
diungkapkan dalam komunikasi itu.
c. Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa
mendatang) yang menentukan sifat aksi yang sedang
berlangsung, artinya dalam proses interaksi dibatasi oleh
dimensi waktu sehingga dapat menentukan sifat aksi yang
sedang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam interaksi.
d. Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya
tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat,
artinya dalam sebuah interaksi sosial, orang-orang yang
terlibat di dalamnya memiliki tujuan yang diinginkan oleh
mereka. Apakah untuk menggali informasi, atau sekedar
beramah-tamah atau yang lainnya.
Gambar 3.10
Komunikasi merupakan salah satu syarat dalam interaksi sosial.
Sumber:
Warta Ekonomi, 17 Februari 2006
Tugas Individu
Dalam berhubungan dengan teman-temanmu di sekolah, kamu tentu mempunyai tujuan.
Kemukakanlah tujuan-tujuan yang kamu inginkan apabila kamu berhubungan atau
berinteraksi dengan teman-temanmu di sekolah!
55
Tindakan dan Interaksi Sosial
5. Faktor-Faktor yang Mendasari Interaksi Sosial
Interaksi yang terjadi di masyarakat didasarkan pada berbagai
faktor, antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, motivasi,
dan empati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri
secara terpisah ataupun saling berkaitan.
a. Imitasi
Imitasi merupakan suatu tindakan meniru sikap, tingkah
Tahukah Kamu?
laku, atau penampilan orang lain. Tindakan ini pertama kali
dilakukan manusia di dalam keluarga dengan meniru
Perkembangan intensitas hiburan
kebiasaan-kebiasaan anggota keluarga yang lain, terutama
dalam penyiaran di televisi dewasa
ini menunjukkan indikasi adanya
orang tuanya. Imitasi akan terus berkembang ke lingkungan
peningkatan pemanfaatan media
yang lebih luas, yaitu masyarakat. Dewasa ini proses imitasi
massa. Namun di balik itu, kita perlu
dalam masyarakat semakin cepat dengan berkembangnya
mewaspadai beberapa tayangan
karena akan memicu proses imitasi
media masa, seperti televisi dan radio.
secara lugas di kalangan pemirsa,
khususnya anak-anak di bawah
Dalam interaksi sosial, imitasi dapat bersifat positif, apabila
umur. Proses imitasi, terutama
mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan
melalui media massa merupakan
nilai-nilai yang berlaku sehingga tercipta keselarasan dan
proses yang cukup mudah dan
cepat sekali berperan apalagi bagi
keteraturan sosial.
anak-anak kecil. Untuk mencegah
Namun, imitasi juga dapat berpengaruh negatif, apabila yang
dan mengatasi permasalahan itu
diperlukan semacam kontrol terhadap
dicontoh itu adalah perilaku-perilaku menyimpang.
tayangan yang sekiranya kurang pas
Akibatnya berbagai penyimpangan sosial terjadi di
untuk dinikmati anak-anak kecil,
masyarakat yang dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan
misalnya dengan memindahkan jam
tayang.
sosial budaya. Imitasi yang berlebihan dapat melemahkan
bahkan mematikan daya kreativitas manusia.
b. Sugesti
Sugesti adalah cara pemberian suatu pandangan atau
pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara
tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandangan atau
a
pengaruh tersebut tanpa berpikir secara kritis dan rasional.
Sugesti terjadi karena pihak yang menerima anjuran itu
tergugah secara emosional dan biasanya emosi ini
menghambat daya pikir rasionalnya.
Sugesti umumnya dilakukan dari orang-orang yang ber-
wibawa, mempunyai sifat otoriter, atau kelompok mayoritas
dalam masyarakat. Selain itu juga dapat dilakukan oleh orang
tua atau orang dewasa kepada anak-anak, maupun iklan di
berbagai media massa. Contohnya seorang dokter anak yang
b
membujuk atau memengaruhi pasiennya untuk minum obat
agar cepat sembuh.
c. Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri
seseorang untuk menjadi ‘sama’ dengan orang lain yang
menjadi idolanya. Identifikasi merupakan bentuk lebih
lanjut dari imitasi dan sugesti. Dengan identifikasi seseorang
mencoba menempatkan diri dalam keadaan orang lain, atau
Gambar 3.11
(a) Tokoh agama dan
‘mengidentikkan’ dirinya dengan orang lain. Proses
(b) artis merupakan
identifikasi ini tidak hanya meniru pada perilakunya saja,
contoh objek identifikasi.
bahkan menerima kepercayaan dan nilai yang dianut orang
Sumber:
www.kapanlagi.com dan
Gatra, 29 Oktober 2005
56
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
lain tersebut menjadi kepercayaan dan nilainya sendiri. Jadi,
proses identifikasi dapat membentuk kepribadian seseorang.
Bagaimana identifikasi berlangsung? Proses identifikasi
berlangsung dalam suatu keadaan di mana seseorang yang
melakukan identifikasi benar-benar mengenal orang lain
yang menjadi tokoh atau idolanya, baik secara langsung
maupun tidak langsung (melalui televisi). Contohnya
seorang remaja yang mengubah penampilannya, mulai dari
cara berpakaian, cara berbicara, dan model rambut sesuai
dengan artis idolanya. Ia mengidentifikasikan dirinya dengan
artis tersebut.
d. Simpati
Simpati adalah perasaan ‘tertarik’ yang timbul dalam diri
Tahukah Kamu?
seseorang dan kemampuan untuk merasakan diri kita seolah-
olah berada dalam keadaan orang lain. Simpati bisa
Pernahkah kamu merasa tertarik
disampaikan kepada seseorang, kelompok, atau institusi.
dengan lawan jenismu? Tentunya
sebagian dari kamu pernah me-
Dalam simpati seseorang ikut larut merasakan apa yang
rasakan hal itu. Perasaan inilah
dialami, dilakukan, dan diderita oleh orang lain. Misalnya
yang dinamakan simpati, yang
kita merasa sedih melihat penderitaan saudara-saudara kita
kemudian akan menimbulkan pe-
rasaan cinta atau kasih sayang.
yang tertimpa musibah gempa dan tsunami di daerah
Perasaan itu sebenarnya meru-
Pangandaran, Tasikmalaya, Jawa Barat.
pakan salah satu bentuk kebutuhan
manusia yang berupa daya tarik-
e. Motivasi
menarik yang dilandasi perasaan
cinta antara seorang laki-laki dan
Motivasi merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh yang
perempuan.
diberikan oleh individu kepada individu lain, sehingga
individu yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan
apa yang diberikan itu secara kritis, rasional, dan penuh rasa
tanggung jawab. Motivasi juga dapat diberikan oleh individu
kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, atau
bahkan kelompok kepada individu. Contohnya untuk
memotivasi semangat belajar siswanya, seorang guru
memberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan materi
yang telah disampaikan.
f. Empati
Empati adalah proses kejiwaan seseorang untuk larut dalam
perasaan orang lain, baik suka maupun duka. Contohnya
apabila kamu melihat orang tua temanmu meninggal dunia.
Kamu tentu ikut merasakan penderitaan dan kesedihan
temanmu. Kamu seolah-olah juga ikut merasakan kehilangan
seperti yang dirasakan oleh temanmu.
Tugas Kelompok
Mengingat televisi merupakan media yang sangat mudah, cepat, dan efektif untuk
melakukan peniruan atau imitasi, maka ada anggapan bahwa tayangan hiburan, film,
dan acara lainnya di televisi seakan-akan dijadikan biang keladi terjadinya berbagai tindak
kekerasan, kejahatan, dan bentuk kriminal lainnya yang terjadi di masyarakat. Bagaimana
menurut pendapat kelompokmu terhadap anggapan itu? Berilah komentar!
57
Tindakan dan Interaksi Sosial
6. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Menurut
Gillin
dan
Gillin
, ada dua macam proses sosial
yang timbul akibat interaksi sosial, yaitu proses asosiatif dan
proses disosiatif.
a. Proses Asosiatif
Pada hakikatnya proses ini mempunyai kecenderungan
untuk membuat masyarakat bersatu dan meningkatkan
solidaritas di antara anggota kelompok.
Kita mengenal empat bentuk proses asosiatif, yaitu kerja
sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.
1) Kerja Sama (
Cooperation
)
Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang
pokok. Kerja sama dilakukan oleh manusia dalam
masyarakat dengan tujuan agar kepentingannya lebih
mudah tercapai. Kerja sama merupakan suatu usaha
bersama antarpribadi atau antarkelompok manusia untuk
mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Kerja sama
dilakukan sejak manusia berinteraksi dengan sesamanya,
yang dimulai dalam kehidupan keluarga lalu meningkat
dalam lingkungan yang lebih luas, yaitu masyarakat. Kerja
sama dalam masyarakat muncul karena adanya beberapa
situasi tertentu seperti berikut ini.
a) Adanya keadaan alam yang kurang bersahabat, seperti
terjadinya bencana.
b) Musuh bersama yang datang dari luar wilayah.
c) Pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
d) Kegiatan keagamaan yang sakral.
Gambar 3.12
Gotong royong sebagai bentuk kerja sama dalam masyarakat.
Sumber:
Tempo, 7 November 2005
Kita mengenal beberapa bentuk kerja sama dalam masya-
rakat, yaitu tawar menawar, kooptasi, koalisi, dan usaha
patungan.
a) Tawar menawar
(bargaining)
adalah perjanjian atau
persetujuan antara pihak-pihak yang mengikat diri
atau bersengketa melalui perdebatan, pemberian usul,
dan lain-lain.
58
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
b) Kooptasi
(cooptation)
adalah proses penerimaan
unsur-unsur baru oleh pemimpin suatu organisasi
sebagai salah satu usaha untuk menghindari terjadinya
keguncangan atau kekacauan dalam sebuah organisasi.
c) Koalisi
(coalition)
adalah kombinasi antara dua
Tahukah Kamu?
organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang
sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak
Dalam kehidupan politik, dikenal
stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi
istilah koalisi antarpartai politik.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Koalisi
atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai
antarpartai politik dimaksudkan
struktur yang tidak sama satu sama lain.
untuk menggalang jumlah massa
yang lebih banyak agar tujuan dari
d) Usaha patungan
(join venture)
adalah kerja sama
partai tersebut dapat dicapai.
dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya
Misalnya dalam pemilihan presiden
pengeboran minyak, pembangunan jembatan layang,
periode 2004–2009, Partai Golongan
Karya berkoalisi dengan Partai
pembangunan hotel, dan sebagainya.
Demokrat untuk mencalonkan pa-
sangan Susilo Bambang Yudhoyono
2) Akomodasi (
Accomodation
)
dan Jusuf Kalla sebagai presiden
Akomodasi adalah suatu bentuk proses sosial yang di
dan wakil presiden RI.
dalamnya terdapat dua atau lebih individu atau ke-
lompok yang berusaha untuk saling menyesuaikan diri,
tidak saling mengganggu dengan cara mencegah,
mengurangi, atau menghentikan ketegangan yang akan
timbul atau yang sudah ada, sehingga tercapai kestabilan
(keseimbangan).
Lalu, apakah tujuan dari akomodasi? Akomodasi ber-
tujuan untuk berikut ini.
a) Mengurangi pertentangan antara dua kelompok atau
individu.
b) Mencegah terjadinya suatu pertentangan secara
temporer.
c ) Memungkinkan terjadinya kerja sama antarindividu
atau kelompok sosial.
d) Mengupayakan peleburan antara kelompok sosial
yang berbeda (terpisah), misalnya lewat perkawinan
campuran (amalgamasi).
Adapun bentuk-bentuk akomodasi adalah koersi,
kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi,
stalemate
, ajudikasi, rasionalisasi, gencatan senjata,
segregation
, dan
dispasement
.
a) Koersi
(coercion)
adalah suatu bentuk akomodasi
yang prosesnya dilakukan dengan paksaan. Artinya,
ada pemaksaan kehendak oleh pihak tertentu terhadap
pihak lain yang posisinya lebih rendah. Pelaksanaan-
nya dapat dilakukan secara fisik maupun secara
psikologis.
b)
Kompromi
(compromise)
adalah suatu bentuk
akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat saling
mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penye-
lesaian perselisihan yang ada.
c ) Arbitrasi
(arbitration)
adalah suatu bentuk akomodasi
yang menghadirkan pihak ketiga yang bersifat netral
untuk mencapai suatu penyelesaian perselisihan.
59
Tindakan dan Interaksi Sosial
d) Mediasi
(mediation)
, hampir sama dengan arbitrasi,
tetapi pada mediasi pihak ketiga yang netral yang
berfungsi sebagai penengah tidak mempunyai
wewenang untuk memberi keputusan-keputusan
penyelesaian perselisihan di antara pihak-pihak yang
berselisih.
e) Konsiliasi
(conciliation)
adalah suatu usaha
mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak
yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan
bersama.
f) Toleransi
(tolerance)
adalah suatu bentuk akomodasi
tanpa persetujuan formal. Kadang-kadang toleransi
timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan
sebelumnya.
g)
Stalemate
adalah suatu bentuk akomodasi, di mana
pihak-pihak yang bertentangan, karena mempunyai
kekuatan seimbang, berhenti pada suatu titik tertentu
dalam melakukan pertentangannya.
h ) Ajudikasi
(adjudication)
adalah penyelesaian perkara
atau sengketa di pengadilan atau melalui jalur hukum.
i) Rasionalisasi
adalah pemberian keterangan atau
alasan yang kedengarannya rasional untuk
membenarkan tindakan-tindakan yang sebenarnya
akan dapat menimbulkan konflik.
j) Gencatan senjata
(cease-fire)
adalah penghentian
sementara pertikaian karena ada satu hal yang
mengharuskan pertikaian atau peperangan berhenti,
misalnya pembersihan jenazah korban, adanya
negosiasi perdamaian, dan sebagainya
k)
Segregation
adalah upaya untuk saling memisahkan
diri dan menghindar di antara pihak-pihak yang saling
bertentangan dengan tujuan untuk mengurangi
ketegangan.
l)
Dispasement
adalah usaha mengakhiri konflik
dengan mengalihkan pada objek masing-masing.
3) Asimilasi
Tahukah Kamu?
Asimilasi merupakan sebuah proses yang ditandai oleh
adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-
Dalam asimilasi, unsur kebudayaan
perbedaan yang terdapat di antara individu-individu atau
baru timbul dari pergaulan orang-
kelompok individu.
orang dari kelompok yang berlainan.
Dan kebudayaan baru yang lahir
Menurut
Koentjaraningrat
, proses asimilasi akan terjadi
tersebut berbeda dengan dua
apabila berikut ini.
unsur kebudayaan dari orang-orang
a) Ada kelompok-kelompok yang berbeda kebuda-
yang saling bertemu tersebut.
Dengan adanya asimilasi, batas
yaannya.
perbedaan antara individu dalam
b) Saling bergaul secara langsung dan intensif dalam
suatu kelompok atau batas-batas
antarkelompok semakin tipis. Selan-
waktu yang cukup lama.
jutnya individu melakukan identifikasi
c) Kebudayaan dari kelompok-kelompok tersebut
dengan kepentingan kelompoknya.
masing-masing mengalami perubahan dan saling
Akibatnya ia tidak lagi membedakan
dirinya dengan kelompok tersebut.
menyesuaikan diri.
60
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
Ada beberapa faktor yang dapat mempermudah atau
mendorong terjadinya asimilasi, di antaranya adalah
sebagai berikut.
a) Toleransi, keterbukaan, saling menghargai, dan
menerima unsur-unsur kebudayaan lain.
b) Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi
yang dapat mengurangi adanya kecemburuan sosial.
c ) Sikap menghargai orang asing dengan kebudayaannya.
d) Sikap terbuka dari golongan penguasa.
e) Adanya perkawinan campur dari kelompok yang
berbeda (amalgamasi).
f ) Adanya musuh dari luar yang harus dihadapi bersama.
Selain itu ada pula beberapa faktor yang dapat meng-
hambat atau memperlambat terjadinya asimilasi, yaitu
sebagai berikut.
a) Perbedaan yang sangat mencolok, seperti perbedaan
ras, teknologi, dan perbedaan ekonomi.
b) Kurangnya pengetahuan terhadap kebenaran
kebudayaan lain yang sedang dihadapi.
c) Kecurigaan dan kecemburuan sosial terhadap
kelompok lain.
d) Perasaan primordial, sehingga merasa kebudayaan
sendiri lebih baik dari kebudayaan bangsa atau ke-
lompok lainnya.
4) Akulturasi (
Acculturation
)
Di era globalisasi sekarang ini yang ditandai dengan
pesatnya arus informasi dan komunikasi antarnegara
mengakibatkan batas antarnegara seolah-olah menjadi
tidak ada. Berbagai pengaruh dari suatu negara dapat
dengan mudah masuk ke negara lain. Selain itu berbagai
kejadian atau peristiwa yang terjadi pada suatu negara
dapat dengan cepat diketahui oleh negara lain. Dalam
Tahukah Kamu?
hal ini kita tidak dapat menutup diri terhadap berbagai
pengaruh, terutama unsur-unsur kebudayaan yang berasal
Ada tiga golongan manusia yang
dari negara lain. Masuknya unsur-unsur kebudayaan
mudah menerima akulturasi, yaitu
asing itu salah satunya dapat menimbulkan suatu
sebagai berikut.
– Golongan muda yang masih labil
keadaan yang disebut akulturasi.
dan emosional.
Akulturasi adalah suatu keadaan di mana unsur-unsur
– Golongan masyarakat yang
belum memiliki status penting.
kebudayaan asing yang masuk lambat laun diterima dan
– Kelompok masyarakat yang
diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan
hidupnya dalam tekanan.
hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
Sedangkan golongan yang sulit
menerima akulturasi adalah sebagai
Dalam akulturasi kita mengenal unsur-unsur kebudayaan
berikut.
yang mudah diterima dan unsur-unsur kebudayaan yang
– Golongan tua yang masih ber-
sulit diterima. Unsur-unsur apa sajakah itu?
pegang teguh pada tradisi dan
adat istiadat.
Unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima dalam
– Golongan masyarakat yang
akulturasi di antaranya adalah sebagai berikut.
mempunyai status penting dalam
masyarakat.
a) Kebudayaan materiil, misalnya atap masjid Demak
– Kelompok masyarakat yang
yang menggunakan model Meru seperti dalam
menyendiri atau memisahkan
diri dari lingkungannya.
agama Hindu.
61
Tindakan dan Interaksi Sosial
b) Kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan kondisi
setempat, misalnya kesenian, olahraga, dan hiburan.
c) Kebudayaan yang pengaruhnya kecil, misalnya model
pakaian, potongan rambut, bentuk rumah, model
sepatu dan lain-lain.
d) Teknologi ekonomi yang bermanfaat dan mudah di-
operasionalkan, seperti traktor, mesin penghitung
uang, komputerisasi di bidang akuntansi, dan lain
sebagainya.
Gambar 3.13
Besarnya manfaat komputer bagi kemajuan kehidupan masyarakat
mengakibatkan teknologi ini mudah diterima oleh anggota masyarakat.
Sumber:
Tempo, 3 September 2006
Sementara itu, unsur-unsur kebudayaan yang sulit untuk
diterima dalam akulturasi adalah sebagai berikut.
a) Unsur kebudayaan yang menyangkut kepercayaan,
ideologi, falsafah atau religi suatu kelompok.
b) Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama
proses sosialisasi. Misalnya makanan pokok dan sopan
santun kepada orang yang lebih tua.
Tugas Kelompok
1 . Perhatikanlah gambar di samping!
2 . Menurut pendapat kelompokmu, gambar di
samping merupakan perwujudan asimilasi
ataukah akulturasi? Berikan alasanmu!
3 . Jelaskan unsur-unsur kebudayaan yang saling
bertemu pada gambar di samping!
Sumber:
Indonesian Heritage, 2002
62
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
b. Proses Disosiatif
Proses disosiatif merupakan sebuah proses yang cenderung
membawa anggota masyarakat ke arah perpecahan dan
merenggangkan solidaritas di antara anggota-anggotanya.
Kita mengenal tiga bentuk proses disosiatif, yaitu persaingan,
kontravensi, dan konflik.
1) Persaingan (
Competition
)
Persaingan merupakan suatu proses sosial di mana
individu atau kelompok mencari keuntungan melalui
bidang-bidang kehidupan yang pada masa tertentu
menjadi pusat perhatian umum, tanpa menggunakan
ancaman atau kekerasan. Persaingan harus dilaksanakan
dengan berpedoman pada nilai dan norma yang berlaku
dalam masyarakat.
Hal-hal yang dapat menimbulkan terjadinya persaingan
atau kompetisi antara lain sebagai berikut.
a) Perbedaan pendapat mengenai hal yang sangat
mendasar.
b) Perselisihan paham yang mengusik harga diri dan
kebanggaan masing-masing pihak yang ditonjolkan.
c ) Keinginan terhadap sesuatu yang jumlahnya sangat
terbatas atau menjadi pusat perhatian umum.
d) Perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok
masyarakat.
e) Perbedaan kepentingan politik kenegaraan, baik
dalam negeri maupun luar negeri.
Tugas Individu
Kamu telah membaca dan mengulas pokok bahasan persaingan. Menurut pendapatmu,
dapatkah sebuah persaingan berubah menjadi konflik? Mengapa hal itu bisa terjadi?
Jelaskan!
2) Kontravensi (
Contravention
)
Kontravensi adalah suatu proses komunikasi antar-
manusia, di mana antara pihak yang satu dengan pihak
yang lain sudah terdapat benih ketidaksesuaian, namun
di antara pihak-pihak yang terlibat itu saling me-
nyembunyikan sikap ketidaksesuaiannya. Namun
apabila tidak saling berhadapan, benih-benih ketidak-
sesuaian itu ditampakkan secara jelas kepada pihak
ketiga. Biasanya kontravensi dikatakan pula sebagai
sebuah proses sosial yang berada di antara persaingan
dan konflik.
Menurut
Leopold Von Wiesse
dan
Howard Becker,
proses kontravensi itu bertingkat-tingkat hingga semakin
hebat dan hampir mendekati bentuk persaingan dan
konflik. Tahukah kamu bagaimana tingkatan kontravensi
itu?
63
Tindakan dan Interaksi Sosial
Ada lima tingkatan kontravensi, yaitu
general contra-
vention, medial contravention, intensive contra vention,
misterious contravention
, dan
tactical contravention.
a)
General contravention,
contohnya penolakan, keeng-
ganan, perlawanan, tindakan menghalang-halangi,
protes, gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan,
dan mengacaukan rencana pihak lain.
b)
Medial contravention,
contohnya menyangkal per-
nyataan orang lain di muka umum, memaki-maki
orang lain, mencerca, memfitnah dengan melempar-
kan beban pembuktian kepada pihak lain, dan
seterusnya.
c)
Intensive contravention,
contohnya menghasut, menye-
barkan desas-desus, mengecewakan pihak lain, dan
lain sebagainya.
d)
Misterious contravention,
contohnya membuka rahasia
pihak lain pada pihak ketiga, berkhianat, dan lain-
lain.
e)
Tactical contravention,
contohnya mengejutkan lawan,
mengganggu atau membingungkan pihak lawan
secara sembunyi.
Gambar 3.14
Aksi massa yang menentang suatu kebijakan termasuk dalam gejala
kontravensi umum (
general contravention).
Sumber:
Tempo, 26 September 2006
Kita mengenal tiga tipe kontravensi, yaitu kontravensi
antargenerasi, kontravensi antarkelompok, dan kontra-
vensi jenis kelamin.
a) Kontravensi antargenerasi, misalnya perbedaan
pendapat antara golongan tua dengan golongan muda
mengenai masuknya unsur-unsur budaya asing.
b) Kontravensi antarkelompok, misalnya perbedaan
kepentingan antara golongan mayoritas dan golongan
minoritas.
Gambar 3.15
Cuti hamil bagi wanita
c) Kontravensi jenis kelamin, misalnya perbedaan
yang bekerja kadang
menimbulkan kontra-
pendapat antara golongan pria dan perempuan tentang
vensi bagi kaum pria.
cuti hamil dan melahirkan.
Sumber:
Tempo, 28 Agustus 2006
64
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
Tugas Individu
Banyak acara yang ditayangkan oleh televisi, salah satunya gosip atau yang dikenal dengan
infotainment
. Menurutmu, apakah acara tersebut termasuk kontravensi? Jelaskan!
3) Konflik (
Conflict
)
Istilah ‘konflik’ berasal dari kata Latin
‘configere’
yang
berarti saling memukul. Dalam pengertian sosiologi,
konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial di
mana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan
pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuat-
nya tidak berdaya.
Menurut
Robert M.Z. Lawang
, konflik adalah
perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka seperti
nilai, status, kekuasaan, dan sebagainya, di mana tujuan
mereka yang berkonflik itu tidak hanya untuk memperoleh
keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya.
Konflik merupakan keadaan yang wajar dalam setiap
masyarakat. Tidak ada orang atau masyarakat yang tidak
pernah mengalami konflik dalam hidupnya.
a) Sebab-Sebab Terjadinya Konflik
Hal-hal yang dapat menimbulkan terjadinya konflik
antara lain sebagai berikut.
(1) Adanya perbedaan kepribadian di antara mereka
yang terlibat konflik, akibat adanya perbedaan
latar belakang kebudayaan.
(2) Adanya perbedaan pendirian atau perasaan antara
individu yang satu dengan individu yang lain.
(3) Adanya perbedaan kepentingan individu atau
kelompok di antara mereka.
(4) Adanya perubahan-perubahan sosial yang cepat
dalam masyarakat karena adanya perubahan nilai
atau sistem yang berlaku.
b) Akibat Konflik
Konflik dapat mengakibatkan hal yang positif
maupun hal yang negatif. Hal itu tergantung apa
bentuk konflik itu dan dari mana kita meman-
dangnya. Secara umum konflik dapat menimbulkan
akibat berikut ini.
(1) Bertambah kuatnya rasa solidaritas di antara
sesama anggota kelompok. Hal ini biasanya
Tahukah Kamu?
dicapai apabila terjadi konflik antarkelompok
Meskipun konflik seringkali mem-
dalam masyarakat.
punyai konotasi negatif, tetapi
(2) Hancur atau retaknya kesatuan kelompok. Hal
konflik memiliki fungsi positif bagi
ini biasanya muncul dari konflik yang terjadi di
masyarakat, asalkan masalah yang
dipertentangkan bersifat konstruktif.
antara anggota dalam suatu kelompok.
Artinya konflik dilandasi kepen-
(3) Adanya perubahan kepribadian individu.
tingan untuk menjadikan masyara-
(4) Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban
kat menjadi lebih baik daripada
sebelumnya.
manusia.
65
Tindakan dan Interaksi Sosial
c) Cara Pemecahan Konflik
Selain cara-cara akomodasi yang telah kita bahas
bersama di muka, masih ada beberapa cara yang
dapat digunakan untuk memecahkan atau menye-
lesaikan konflik, di antaranya
elimination
,
subjugation
atau
domination
,
majority rule
,
minority consent
, dan
integrasi.
(1)
Elimination,
berarti pengunduran diri salah satu
pihak yang terlibat dalam konflik antara lain,
dengan ucapan ‘kami mengalah’, ‘kami mundur’,
‘kami keluar’, dan sebagainya.
(2)
Subjugation
atau
domination,
berarti orang atau
pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat
memaksa orang atau pihak lain untuk menaati-
nya, terutama pihak yang lemah.
(3)
Majority rule,
berarti suara terbanyak yang
ditentukan melalui pemungutan suara atau
voting
yang akan menentukan keputusan tanpa
mempertimbangkan argumentasi.
(4)
Minority consent,
berarti ada kelompok mayoritas
yang menang, namun kelompok minoritas tidak
merasa dikalahkan dan menerima keputusan,
serta sepakat untuk melakukan kegiatan bersama.
(5) Integrasi, berarti pendapat-pendapat yang ber-
tentangan didiskusikan, dipertimbangkan, dan
ditelaah kembali sampai kelompok yang saling
bertentangan mencapai suatu keputusan yang
memuaskan bagi semua pihak.
d) Bentuk-Bentuk Konflik
Di dalam kehidupan masyarakat, terdapat beberapa
bentuk konflik, yaitu konflik pribadi, politik, rasial,
antarkelas sosial, dan konflik yang bersifat internasional.
(1) Konflik pribadi adalah konflik yang terjadi di antara
individu karena masalah-masalah pribadi. Misalnya
individu yang terlibat utang, atau masalah pembagian
warisan dalam keluarga.
(2) Konflik politik adalah konflik antarpartai politik
karena perbedaan ideologi, asas perjuangan, dan cita-
cita politik. Misalnya bentrokan antarpartai politik
pada saat kampanye.
(3) Konflik rasial adalah konflik yang terjadi di antara
kelompok ras yang berbeda karena kepentingan dan
kebudayaan yang saling bertabrakan. Misalnya
konflik antarsuku yang terjadi di Timika, Papua.
(4) Konflik antarkelas sosial adalah konflik yang disebabkan
munculnya perbedaan-perbedaan kepentingan,
misalnya konflik antara buruh dengan majikan.
(5) Konflik yang bersifat internasional adalah konflik
yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok)
Gambar 3.16
Konflik Israel–Lebanon,
konflik internasional
karena perbedaan kepentingan masing-masing.
yang akhirnya melibatkan
Misalnya pertikaian negara Israel dan Lebanon yang
banyak negara.
melibatkan beberapa negara besar.
Sumber:
Tempo, 14 Agustus 2006
66
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
7. Aturan-Aturan dalam Interaksi Sosial
Dalam kajian sosiologis, ada beberapa aturan mengenai
interaksi sosial yang berbeda dengan faktor yang memengaruhi
interaksi yang telah kita bahas di muka.
Karp
dan
Yoels
(1979)
menyatakan tiga jenis aturan dalam interaksi sosial, yaitu aturan
mengenai ruang, waktu, dan gerak tubuh.
a . Aturan Mengenai Ruang
Karp
dan
Yoels
mendasarkan teorinya pada karya
Edward
T. Hall
mengenai konsep jarak sosial. Menurut Hall, dalam
situasi sosial orang cenderung menggunakan empat macam
jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak
publik.
1) Jarak Intim (sekitar 0–45 cm)
Dalam jarak intim terjadi keterlibatan intensif
pancaindera dengan tubuh orang lain. Contohnya dua
orang yang melakukan olahraga jarak dekat, seperti sumo
dan gulat. Apabila seseorang terpaksa berada dalam jarak
intim, seperti di dalam bus atau kereta api yang penuh
sesak, ia akan berusaha sebisa mungkin menghindari
kontak tubuh dan kontak pandangan mata dengan orang
di sekitarnya.
2) Jarak Pribadi (sekitar 45 cm–1,22 m)
Jarak pribadi cenderung dijumpai dalam interaksi antara
orang yang berhubungan dekat, seperti suami isteri atau
ibu dan anak.
3) Jarak Sosial (sekitar 1,22 m–3,66 m)
Dengan jarak sosial orang yang berinteraksi dapat
berbicara secara wajar dan tidak saling menyentuh.
Contohnya interaksi di dalam pertemuan santai dengan
teman, guru, dan sebagainya.
4) Jarak Publik (di atas 3,66 m)
Umumnya digunakan oleh orang yang harus tampil di
depan umum, seperti politisi dan artis. Semakin besar
jarak, semakin keras pula suara yang harus dikeluarkan.
b. Aturan Mengenai Waktu
Setiap masyarakat memiliki makna sendiri tentang waktu
yang mengatur interaksi seseorang dengan orang lain.
Misalnya pada suatu masyarakat tertentu dikenal adanya
istilah ‘jam karet’. Bagi mereka, keterlambatan kedatangan
Gambar 3.17
Jarak publik diciptakan
bus, pesawat, atau kereta api menjadi hal yang biasa. Namun
demi keamanan artis di
hadapan penggemarnya.
apabila kondisi ini terjadi di negara maju, banyak aktivitas
Sumber:
CnS, 28 November 2004
orang menjadi terganggu.
c. Aturan Mengenai Gerak Tubuh
Komunikasi nonverbal (tanpa menggunakan bahasa lisan
maupun tulisan) merupakan bentuk komunikasi pertama
bagi manusia. Komunikasi ini terkadang disadari atau tidak,
digunakan seseorang untuk menyampaikan pesan dalam
67
Tindakan dan Interaksi Sosial
interaksinya dengan orang lain. Contohnya memicingkan
mata, menjulurkan lidah, mengangkat bahu, mem-
bungkukkan badan, menganggukkan kepala, mengerutkan
dahi, mengangkat ibu jari, dan lainnya. Namun demikian,
makna komunikasi ini bisa berbeda antara satu masyarakat
dengan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, komunikasi
nonverbal hanya efektif dilakukan dalam interaksi
antaranggota masyarakat yang memiliki pemaknaan yang
sama terhadap gerakan-gerakan tersebut.
8. Interaksi Sosial sebagai Wujud Status dan Peranan
Sosial
Dalam interaksi manusia di masyarakat, status dan peranan
individu mempunyai arti yang penting. Mengapa? Karena
langgengnya suatu masyarakat tergantung pada keseimbangan
kepentingan-kepentingan individu tersebut, kaitannya dengan
status dan peranan yang ada pada dirinya.
a. Kedudukan (Status)
Status atau kedudukan adalah posisi sosial yang merupakan
Tahukah Kamu?
tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-
kewajiban dan berbagai aktivitas lain, sekaligus merupakan
Status sosial seseorang dalam
tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-
kehidupan sehari-hari dapat dilihat
dari ciri-ciri tertentu yang dalam
harapan. Dengan kata lain status merupakan posisi sosial
sosiologi disebut dengan
status
seseorang dalam suatu kelompok atau masyarakat.
symbol
. Adapun ciri-ciri tertentu
yang dianggap sebagai
status sym-
Menurut
Ralph Linton,
dalam kehidupan masyarakat
bol
antara lain cara berpakaian,
dikenal tiga macam status, yaitu
ascribed status, achieved
pergaulan, cara mengisi waktu
senggang, memilih tempat tinggal,
status
, dan
assigned status
.
cara dan corak dalam menghias
1)
Ascribed Status
rumah, serta yang lainnya.
Ascribed
status
adalah status yang diperoleh seseorang
tanpa usaha tertentu. Status sosial demikian biasanya
diperoleh karena warisan, keturunan, atau kelahiran.
Contohnya seorang anak yang lahir dari lingkungan
bangsawan, tanpa harus berusaha, ia sudah dengan
sendirinya memiliki status sebagai bangsawan.
2)
Achieved
Status
Status ini diperoleh karena suatu prestasi tertentu. Atau
dengan kata lain status ini diperoleh seseorang dengan
melakukan usaha-usaha yang disengaja untuk mengejar
serta mencapai tujuan-tujuannya. Misalnya setiap orang
dapat menjadi dokter setelah memenuhi persyaratan-
persyaratan tertentu, seperti lulus sebagai sarjana
kedokteran.
3)
Assigned Status
Assigned status
adalah status yang dimiliki seseorang
Gambar 3.18
Status sebagai seorang
karena jasa-jasanya terhadap pihak lain. Karena jasanya
dokter diperoleh dengan
tersebut, orang diberi status khusus oleh lembaga, badan,
melakukan usaha-usaha
tertentu.
atau kelompok tertentu. Misalnya gelar-gelar seperti
Sumber:
Ensiklopedi Umum untuk
pahlawan revolusi, peraih kalpataru, dan lainnya.
Pelajar, 2005
68
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
b. Peranan (
Role
)
Dalam hidup bermasyarakat, selain mempunyai status yang
mencerminkan kedudukanmu, kamu juga mempunyai
peranan-peranan tertentu sesuai dengan status yang melekat
pada dirimu.
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status.
Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain
dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status
yang dimilikinya. Misalnya di rumah kamu berstatus sebagai
seorang anak yang mempunyai peranan untuk menaati dan
mematuhi nasihat orang tua, membantu pekerjaan rumah
orang tua, tidak melanggar peraturan dalam keluarga, dan
lain-lain.
Interaksi sosial yang ada di dalam masyarakat merupakan
hubungan antara peranan-peranan individu dalam
masyarakat. Ada tiga hal yang tercakup dalam peranan, yaitu
sebagai berikut.
1) Norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau
kedudukan seseorang dalam masyarakat.
2) Suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh
individu dalam masyarakat sebagai organisasi.
3) Perilaku individu yang penting bagi struktur sosial
masyarakat.
Tugas Individu
Coba kamu rumuskan kembali menurut pendapatmu sendiri mengenai hubungan antara
status dan peranan!
9. Hubungan antara Tindakan dan Interaksi Sosial
Tahukah kamu, bagaimana hubungan antara tindakan sosial
dengan interaksi sosial? Merujuk pada pengertian tindakan sosial
dan interaksi sosial yang telah kita bahas di muka mem-
perlihatkan dengan jelas bahwa di antara keduanya mempunyai
hubungan yang tidak terpisahkan. Tindakan sosial adalah
perbuatan yang dipengaruhi oleh orang lain untuk mencapai
tujuan dan maksud tertentu, sedangkan interaksi sosial adalah
hubungan yang terjadi sebagai akibat dari tindakan individu-
individu dalam masyarakat.
Tidak semua tindakan yang dilakukan oleh manusia
dikatakan sebagai interaksi sosial. Misalnya tabrakan yang terjadi
di jalan raya. Tabrakan itu bukan merupakan interaksi sosial
karena tidak ada aksi dan reaksi. Namun apabila setelah
terjadinya tabrakan itu mereka saling menolong atau justru
saling berkelahi, maka tindakan itu menjadi interaksi sosial.
Mengapa? Karena terjadi hubungan timbal balik yang
disebabkan oleh adanya tindakan (aksi) dan tanggapan (reaksi)
antara dua pihak. Tanpa tindakan, tidak mungkin ada hubungan.
Jadi, tindakan merupakan syarat mutlak terbentuknya
hubungan timbal balik atau interaksi sosial.
69
Tindakan dan Interaksi Sosial
Rangkuman
Tindakan sosial adalah suatu perbuatan atau aktivitas manusia yang dilakukan dengan
berorientasi pada atau dipengaruhi oleh orang lain.
Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan dinamis yang menyangkut hubungan
antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, atau antara
kelompok dengan kelompok, baik berbentuk kerja sama, persaingan, ataupun
pertikaian.
Ciri-ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut.
– Jumlah pelaku lebih dari satu orang.
– Ada komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol.
– Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang
menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung.
– Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan
yang diperkirakan oleh pengamat.
Syarat utama terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan komunikasi
Kontak sosial merupakan suatu gejala sosial, di mana orang dapat mengadakan
hubungan dengan pihak lain tanpa mengadakan sentuhan fisik. Komunikasi adalah
tindakan seseorang menyampaikan pesan terhadap orang lain dan orang lain itu
memberi tafsiran atas sinyal tersebut serta mewujudkannya dalam perilaku.
Proses asosiatif adalah proses sosial yang di dalamnya ada usaha untuk menyatukan
dan meningkatkan solidaritas di antara anggota kelompok, di mana bentuknya antara
lain kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.
Proses disosiatif adalah proses sosial yang cenderung membawa anggota masyarakat
ke arah perpecahan dan merenggangkan solidaritas di antara anggotanya, di mana
bentuknya antara lain persaingan, kontravensi, dan konflik atau pertikaian.
Status adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan
kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain dan sekaligus merupakan tempat bagi
seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.
Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hak
dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.
Latih Kemampuan 3
Kerjakan di buku tugasmu!
I. Pilihlah satu jawaban yang tepat!
1.
Tindakan yang dilakukan seseorang ber-
2.
Syarat terjadinya interaksi sosial, antara
kaitan erat dengan kehidupan bermasya-
lain adanya komunikasi karena melalui
komunikasi seseorang dapat ....
rakat, karena melalui tindakan seseorang
dapat ....
a. memberikan tafsiran tentang pribadi
a. berhubungan dengan orang lain
orang lain
b. memberikan dorongan emosional
b. menyenangkan orang lain
c. menimbulkan hubungan yang romantis
c. memenuhi kebutuhan ekonominya
d. menimbulkan pertentangan
d. belajar dengan baik
e. menimbulkan saling pengertian antara
e. menjadi warga masyarakat
individu
70
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
3.
Hidup bersama antara sesama manusia
7.
Berikut ini yang merupakan contoh inte-
sangat diperlukan karena ....
raksi sosial antara individu dengan kelompok
a. manusia memerlukan kasih sayang
adalah ....
b. manusia adalah makhluk berbudaya
a. pertandingan antarkesebelasan sepak
bola
c. manusia selalu ingin bergaul
d. masyarakat adalah kumpulan manusia
b. orang yang saling berjabat tangan
e. manusia memiliki keterbatasan dan
c. guru yang sedang mengajar murid-
naluri untuk bergaul
murid di kelas
d. pertandingan bola voli antar-SMA
4.
Komunikasi dapat menghasilkan kerja
e. orang yang saling melempar senyum
sama apabila ....
a. semua pihak sama-sama diuntungkan
8.
Bentuk akomodasi yang prosesnya di-
b. terjadi pergaulan di dalam kelompok
lakukan karena adanya paksaan disebut ....
c. terdapat sikap saling memahami
a. ko mpro mi d. konsiliasi
maksud dan tujuan
b. arbitrasi e. koersi
d. tidak terjadi bentrok antarkelompok
c. konversi
e. setiap pihak mementingkan orang lain
9.
Berikut ini yang merupakan tujuan ako-
5.
Apabila interaksi sosial terjadi, maka secara
modasi adalah ....
otomatis sudah berlangsung tindakan sosial
a. mencari keuntungan pribadi
karena ....
b. membantu atau menolong orang lain
a. manusia berhubungan melalui komu-
c. mengurangi pertentangan antara dua
nikasi
individu atau kelompok
b. manusia berhubungan melalui inte-
d. mempertinggi kesatuan tindakan,
raksi
sikap, dan proses mental dengan
c. interaksi sosial dan hubungan sosial
memerhatikan kepentingan bersama
tidak dapat dipisahkan
e. membuat kenyamanan hati manusia
d. hubungan sosial terjadi akibat tindakan
dalam kelompok
individu-individu
e. interaksi sosial merupakan dasar dari
10.
Perselisihan antara pengusaha dengan
tindakan sosial
karyawan yang disebabkan oleh masalah
tuntutan kenaikan gaji, diselesaikan oleh
6.
Di dalam kehidupan sosial, manusia
Departemen Tenaga Kerja dengan meng-
dituntut melakukan interaksi sosial ber-
adakan musyawarah sampai disepakati
dasarkan....
jalan keluar yang memuaskan kedua belah
a. keinginan sendiri
pihak. Dari kasus di atas, bentuk
b. kemauan dan kemampuan seseorang
akomodasi yang terjadi adalah ....
c. status ekonomi seseorang
a. konsiliasi d. kontravensi
d. kedudukan dan peranan yang dimi-
b. dominasi e. mediasi
likinya
c. kompromi
e. kedudukan keluarga seseorang
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1.
Jelaskan pengertian interaksi sosial!
2.
Apakah yang dimaksud dengan tindakan sosial, dan apa saja bentuk-bentuknya?
3.
Jelaskan faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial!
4.
Bagaimana perbedaan antara arbitrasi dan mediasi? Jelaskan dan berikan contohnya!
5.
Jelaskan hubungan antara tindakan sosial dengan interaksi sosial, serta berikan sebuah
contoh konkret!
71
Tindakan dan Interaksi Sosial
Analisis Kasus
Cermatilah dengan saksama wacana di bawah ini, kemudian jawablah pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan wacana dan pokok bahasan pada bab ini!
AS Tak Ingin Konflik Israel–Lebanon Selesai
WASHINGTON
–Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad terus melontarkan kritik
pedas tertuju pada negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat (AS). Kemarin, dia
menuduh AS dan sekutunya membiarkan perang berlangsung antara Israel dan Lebanon
demi mencapai tujuannya, yakni mendirikan kerajaan di kawasan Timur Tengah. ” Mereka
(AS dan sekutunya) mempunyai banyak kesempatan untuk mewujudkan gencatan senjata.
Tapi mereka sengaja mengulur waktu. Dengan demikian Israel akan menang dan kerajaan
AS akan segera terwujud,” kecamnya.
Meski perang hampir sebulan berlangsung, Dewan Keamanan (DK) PBB belum juga
mengeluarkan resolusi. Mereka masih berencana membahas draft resolusi yang disusun
AS dan Perancis hari ini.
Ahmadinejad mengaku, dia sudah hafal tindakan negara-negara Barat tersebut, karena
mereka menerapkan sikap serupa dalam masalah uranium Iran. Awalnya, Iran ditawarkan
paket insentif bila negara tersebut menghentikan pengayaan uraniumnya. Saat Iran masih
mempertimbangkan paket tersebut, DK PBB malah mengeluarkan resolusi berisi ancaman
sanksi. Karena itu, Iran akan terus mengembangkan program pengayaan uraniumnya meski
resolusi DK PBB mengancam penerapan sanksi jika mereka tidak menghentikannya
sebelum 31 Agustus.
Keyakinannya jika AS memang tak ingin menempuh jalur dialog dengan Iran, terlihat
dari sikap mereka yang enggan membalas suratnya kepada Presiden George W. Bush Mei
lalu. ”Saya hanya ingin mengajaknya melihat dari perspektif lain, tapi jelas mereka memang
tak ingin berdialog” tegasnya. Ia berpesan agar AS mengubah sikapnya agar semua
terselesaikan dengan baik.
Sumber:
Jawapos, 11 Agustus 2006
dengan perubahan.
Pertanyaan:
1.
Bagaimana menurut pendapatmu tentang wacana di atas dalam hubungannya dengan
interaksi sosial?
2.
Mengapa Ahmadinejad bersikap seperti itu? Apakah ada kaitannya antara konflik Israel
dan Lebanon dengan negaranya?
3.
Bagaimana menurutmu sikap Dewan Keamanan PBB dalam mengatasi konflik antara Iran
dan AS, serta antara Israel dan Lebanon?
4.
Jenis akomodasi apakah yang hendak ditawarkan oleh Ahmadinejad kepada AS? Jelaskan!
5.
Apakah kesimpulan yang dapat kamu tarik dari wacana di atas?
72
Sosiologi
SMA dan MA Kelas X
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar